Selama ini saya tidak terlalu banyak menulis dan meliput soal lembaga keuangan dan perbankan. Selain belum pernah ditempatkan di pos tersebut, juga tidak ada ketertarikan sedikitpun. Kalau pun liputan karena kebutuhan atau penugasan kantor. Itu pun soal kegiatan seremonial seperti Bank A sedang menyalurkan Coorporate Social Responsibility (CSR) nya ke sekolah atau ke warga.
Namun, Banking Journalist Workshop (BJW) selama dua hari, mulai Jumat-Sabtu (14-15 Oktober) di Surabaya, diselenggarakan Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Indonesia bekerjasama dengan PermataBank dan didukung Kedutaaan Australia, memotivasi saya untuk lebih dalam menyelami liputan ekonomi.
Selain istilah perbankan, saya juga mendapat banyak pengetahuan baru. Salah satunya perbedaan antara giro, tabungan dan deposito beserta aturan main di perbankan. Banyaknya bank di Indonesia menjadikan persaingan antar perbankan lebih kompetitif. Mereka pun menawarkan pelayanan dan promosi ‘gila-gilaan’ untuk memikat nasabah.
Karena, selain modal perbankan dan sang investor, juga disumbang dari Dana Pihak Ketiga (DPK) dalam hal ini nasabah. Bahkan, fungsi perbankan tidak hanya simpan pinjam, melainkan sudah merambah ke bisnis dan usaha lain, seperti menggandeng pihak ketiga dalam menghasilkan pemasukan.
Yang lebih wah lagi yakni pengetahuan baru soal kondisi ekonomi global, kebetulan panyelenggara menghadirkan Shaun Antony, salah satu pakar atau punya kompetensi soal ekonomi. Mulai kondisi ekonomi Indonesia dan negara berkembang lainnya sampai kondisi ekonomi India, China dan Amerika.
Sayang, karena keterbatasan saya dalam bahasa Inggris, saya pun tidak maksimal mencerna materi yang sangat bagus tersebut, sekalipun ada penerjemahnya.Materi yang disampaikan pihak PermataBank juga tidak kalah menarik.
Intinya, isu perbankan tidak mulu-mulu soal keuntungan, besaran modal dan program yang digulirkan, tapi masih banyak hal yang bisa ditulis dari berbagai sudut. Namun, disadari atau tidak, isu perbankan sangat sensitif. Misal, ada pemberitaan soal Bank X mengalami rugi atau bangkrut lantaran kredit macet dan masalah lain. Otomatis nasabah yang mempercayakan uangnya disimpan di Bank X akan ramai-ramai menarik uangnya.
“Makanya kontrol dari regulator sangat ketat dan rutin. Kalaupun ada Bank yang kategori zona merah, pasti tidak diumumkan ke publik, karena sangat sensitif dan dampaknya jelas terasa,” ungkap salah satu narsum dari pihak PermataBank.
Selanjutnya, materi yang dirasa lebih ringan sama teman-teman yakni saat bang Hasudunang Sirait. Sekalipun ada tiga sesi, teman-teman dari 14 daerah ini terlihat lebih santai dibanding materi yang diberikan dari PermataBank dan Shaun Antony. Bukan pilih kasih, tapi otak kita tidak sampai dan awam soal perbankan.
Semua peserta dipandu membuat TOR atau outline liputan. Maklum, selama jadi jurnalis saya belum pernah mendapat materi berharga ini dari kantor tempat saya kerja, meski empat media sudah saya rasakan.
Bisa dibilang, buat TOR dan Outline susah-susah gampang. Selain belum pernah dan belum terbiasa, juga butuh kejelian dalam menyusunnya.
Usai mendapat teori dan diajak praktek langsung, saya dan 23 peserta lainnya ditugasi menyusun TOR individu. “Padahal tadi dipandu sama Bang Has enak dan terlihat mudah, pas praktek sendiri kog bingung ya,” kata Dedi, reporter MNC wilayah Bojonegoro dan sekitarnya. Hal itu tidak hanya dialami Dedi, saya dan teman-teman lainnya pun merasakan hal sama, kecuali yang sudah biasa membuat TOR liputan.
Dua hari memang terbilang singkat untuk memahami keseluruhan perbankan dan isu ekonomi. Toh sebelumnya, Bank Journalist Academy (BJA) yang dilangsungkan di Jakarta berlangsung 3 bulan, tapi di Surabaya hanya berjalan dua hari.
Uniknya lagi, yang ikut BJW ini mayoritas tidak memiliki dasar ilmu ekonomi dan pengalaman liputan ekonomi. Ada yang setiap hari lebih banyak di pos politik, kriminal, pemerintahan, pendidikan dan olah raga. Saya sendiri malah lebih parah, wilayah liputannya lebih global.
Dari semua peserta kini berharap masuk lima terbaik dalam usulan liputan perbankan, sehingga bisa berlanjut menjalankan usulan liputannya.
Malang,16 Oktober @Kopi Lanang