Mendapat Kepercayaan, Kuncinya Sabar dan Bersabar!!



Masih seputar kisah pribadi saya...Jangan bosan membacanya teman!!!!

Sekali menggores luka dan di cap jelek di mata perempuan, maka sulit mendapatkan kepercayaan.

So, bagi kaum laki-laki jangan pernah menyakiti maupun berbuat salah terhadap perempuan yang dicintai. Ini pelajaran berharga dalam hidup saya, karena mengalaminya secara langsung.

Hadirnya kesempatan kedua untuk kembali memperbaiki hubungan ini amat begitu sulit. Bahkan, kadarnya lebih sulit daripada menyesali kesalahan yang dibuat.

Ibarat burung, jika salah satu sayapnya patah, maka sulit untuk terbang tinggi...** begitulah hidup saya saat ini, jangan ikut bersedih teman...

Tapi, bukan lantas menyerah lho. Tetap terus berjuang, kuncinya sabar dan bersabar.

Saya masih percaya, kesempatan kedua akan datang kelak!! Hanya tuhan yang maha tahu...

Perempuan itu memiliki sifat keibu-ibuan. Sejelek dan sebenci apapun terhadap anaknya yang kerap berbuat salah dan tidak patuh, seorang ibu masih menganggap dia sebagai anak dan tetap mencurahkan segenap kasih sayang.

Sejahat-jahatnya anak terhadap orang tua, pasti mendapat pengakuan dari ibunya. Meskipun, sering dibohongi, bilangnya uang kuliah segini, biaya itu biaya ini lah! Orang tua tetap menganggapnya sebagai anak. Biasanya hal itu terjadi ketika sudah jadi mahasiswa!! Yang mahasiswa tobat ya???

Mengapa ibu tetap cinta pada anaknya, karena, cinta ibu lebih besar daripada kebencian dan kesalahan yang dibuat anaknya...

Ada pepatah, sekeras-kerasnya batu tetap berlubang karena setiap hari air menetes ke titik yang sama. Sama halnya, sesulit-sulitnya hati dan perasaan perempuan untuk membuka diri, akan luluh dengan sendirinya kelak. Hanya tuhan yang maha mengetahui**

Bukan berarti harus berserah diri, syaratnya harus berjuang dan meyakinkannya kembali. Entah lewat kata-kata  romantis, perhatian maupun tindakan. Bukan gombal tapi ya!! Benar-benar dari hati terdalam**

Masih teringat jelas kali pertama saya menaruh rasa terhadap si Dia. Untuk mendapatkan cintanya, saya harus memeras peluh keringat. Beberapa kali saya ungkapkan rasa yang saya miliki, si Dia masih kokoh dengan pendiriannya, hingga akhirnya ia mau menerima saya yang apa adanya. Tidak terlalu ganteng (kata ibu malah jelek), gak kaya, juga tidak sukses secara studi.

Mengutip salah satu bait lagu musisi Indonesia, saya hanya punya cinta dan hati**

Tidak dipungkiri, membuatnya bisa luluh lantaran ada campur tangan sahabat, kerabat dan doa orang tua pastinya.

Jangan menyesal mencintai saya," ucap si Dia terhadapq. Lantas saya jawab "Insha Allah saya tidak pilih dan mantap dengan pilihanq," aku saya kepadanya disertai emotnya (kalau di bbm dan WA semacan ekspresi senyum, ketawa, dll).

                               *****
Tetapi, saya hanyalah ciptaan tuhan Yang Maha Esa (YME). Punya batas kesabaran. Saya bukan Nabi Muhammad dan Rasul-rasul lainnya, sekalipun dihina, dicaci, disakiti, hingga diludahi dan dilempari batu sama kaum jahiliyah? Nabi Muhammad tidak sedikitpun tergoyah kesabarannya dan membalas balik.

"Balaslah keburukan dengan kebaikan" begitu pesan beliau terhadap ummatnya.

Tetapi, sebagai ummat Nabi akhir zaman, saya berusaha meniru perilaku beliau, meski saya yakin tidak akan bisa seperti beliau. Saya hanya pendosa dan seonggok manusia dengan beribu-ribu dosa.

Yakinlah, kepercayaan dan kesempatan kedua akan terucap olehmu suatu hari. Jika tidak, maka setidaknya saya mendapatkan peluang untuk berusaha kedua kalinya.

30 Desember 2015

Catatan ini saya buat supaya saya tetap semangat meyakinkan dan mendapat kepercayaan dari perempuan yang saya cintai dan sayangi

Tahun Baru, Insha Allah Memilih Ngaji dan Berdzikir


Perayaan pergantian tahun tinggal hitungan jari. Pernak pernik menyambut tahun 2016 pun mulai terlihat di sepanjang sudut kota, sebut saja penjual terompet dengan aneka bentuk serta kembang api.

Bagi yang sudah berkeluarga mungkin telah menentukan akan merayakan di mana dan berlibur ke mana?

Bagi yang berpasangan juga sudah mengagendakan naik gunung, nimbrung di Alun-alun, hingga pergi ke pantai.

Bagi seorang jomblo, ada yang memilih merayakan bersama teman, sahabat maupun memilih menghabiskan sepanjang malam di depan playstasion (PS).

Bagi seorang aktivis, tahun baru dijadikan kesempatan untuk tour, nongkrong bareng hingga berdialog masalah bangsa. Bisa juga ditandai dengan bakar-bakar jagung dan ikan. (Pengalaman saya dulu seperti itu)

Bagi kalangan santri, malam tahun baru disambut dengan tadarus dan sholawat.

Dikalangan pemburu berita, tahun baru dijadikan ladang untuk meraup sebanyak-banyaknya berita. Sama halnya dengan seorang fotografer mengabadikan setiap momen pergantian tahun baru.

Pengelola cafe, wisata dan hotel juga tidak mau ketinggalan. Mereka berlomba-lomba menggelar even agar mampu menarik minat masyarakat.

Bagi mall dan toko-toko pakaian juga membanting harga alias cuci gudang di akhir tahun.

Tidak menutup kemungkinan, sebagian masyarakat Indonesia enggan merayakan tahun baru. Selain dinilai glamor, juga malas terjebak macet di pusat kota.

Khusus kalangan yang enggan keluar rumah tidak perlu khawatir. Pasalnya, belajar dari pengalaman tahun-tahun sebelumnya, berbagai program hiburan di televisi (TV) disajikan. Sedikit banyak dapat mengurangi rasa penat dan bete di dalam rumah.

Secara pribadi, jika tidak ada tuntutan profesi dan ajakan seseorang yang sangat amat dicintai. Saya akan memilih menghabiskan malam tahun baru dengan mengaji dan berdzikir.

Bukan sok alim dan tidak suka hiburan. Melainkan, berupaya berihtiar dan mendekatkan diri pada sang pencipta.

Sama halnya, saat 1 Muharrom saya lebih memilih di dalam kamar dan bermunajat kepada ilahi.

Pergantian tahun identik dengan harapan dan intropeksi diri.

Harapan, supaya setahun ke depan lebih menjadi pribadi yang baik, dilancarkan urusannya, kerjaan, studi, hingga lebih maju dari tahun sebelumnya.

Intropeksi, bisa dilakukan dengan cara mengingat seberapa banyak waktu yang terbuang sia-sia dan beraktifitas yang tidak ada hasilnya selama satu tahun. Nah, hal-hal itu bisa dikolaborasikan dan menjadi pantangan dilakukan di tahun mendatang.

Entahlah...semoga tahun 2016 saya dan semua teman-teman lebih baik, karirnya lebih baik bagi kerabat dan sahabat yang  sudah kerja, cepat lulus bagi kerabat yang masih menempuh studi, dan cepat ke pelaminan bagi yang sudah memiliki calon.

2016, Masyarakat Ekonomi ASEAN resmi digulirkan. Mau tidak mau kita harus mampu bersaing dengan SDM lainnya. Jika tidak, otomatis akan tersisihkan.

Semoga disemogakan tahun 2016 kita menjadi pribadi yang baik dan bertaqwa pada tuhan Yang Maha Esa (YME). Aminn Ya Robbal Alamin

29 Desember 2015, Sekret AJI

Catatan ini saya buat, sebagai bentuk pengalaman dalam menyambut tahun baru

Sabar dan Bersabar


Sabar dalam kamus besar bahasa Indonesia (KBBI) diartikan sebagai tahan menghadapi cobaan (tidak lekas marah, tidak lekas putus asa, tidak lekas patah hati).

Sedangkan bersabar ialah bersikap tenang (tentang pikiran dan perasaan): hendaknya kita menghadapi cobaan hidup.

Salah satu hadist yang kerap diucap dan disyiarkan, yakni  sesungguhnya Allah bersama orang sabar.

Dua kata bahasa di atas merupakan kata-kata yang terus didengar dalam beberapa hari terakhir. Mulai kerabat, teman, saudara hingga orang tua.

Sabar berarti harus selalu tahan menghadapi cobaan yang saya rasakan saat ini. Tidak mudah putus asa dalam meyakinkannya, dan tidak mudah patah hati.

Mungkin si dia butuh waktu, sabar ya," ucap salah satu teman shohib saya.

Sementara, bersabar saya artikan agar lebih tenang dan tetap menjalin komunikasi baik dengan si Dia. Suasana hangat nan mesra, seperti sekadar menegur, memberi semangat, menawarkan makan, mengingatkan sholat, dan menjaga hati serta mengikuti semua hal-hal yang menjadi pantangan pun tak kerasa lagi.

Saat ini, si Dia sedang melihat seberapa sungguh perjuangan untuk kembali mendapat kepercayaan, dicintai kembali, dan mendapat perhatian kembali.

Entahlah, seberapa kuat saya bertahan untuk berjuang mendapat keyakinan kembali darinya. Andai saja ia tidak mau menerima kehadiran saya dalam hidupnya, setidaknya saya akan berusaha dan berusaha!!

Sekalipun sudah mendapat maaf dan tidak lagi marah, si Dia tetap menunjukkan jika sudah tak respek lagi dengan saya. Entahlah, apakah itu sekadar cobaan, apa brnar-benar suasananya tak indah seperti dulu.

Delapan bulan terasa sebentar, tapi banyak kenangan yang selama ini kita jalani. Susah, sedih dan senang kerap menjadi kerikil dalam perjalanan hubungan ini hingga kata "mengakhiri" terucap darinya, karena saya melakukan kesalahan fatal. Wajar...siapa perempuan yang tak sakit hati jika sang pacar melakukan kesalahan fatal.

Namun, kata maaf darinya sudah sedikit banyak melegakan dan mengurangi tingkat kegelisahan hati dan pikiran saya selama ini.

Sabar dan bersabar!

Sedikit melenceng, mantan Presiden RI, Habibie terlihat sabar saat ditinggal sang istrinya. Sama halnya, Nyai Sinta Nuriyah terlihat terpukul saat Alm Gus Dur wafat, tapi ibunda Yenny Wahid itu tetap sabar dan bersabar, dan Kyai Buchori Pancoran, Sumenep, terlihat sabar saat istri tercintanya meninggal dunia.

Pengalaman tersebut saya jadikan dasar agar tetap sabar dan bersabar dalam ujian di akhir tahun. Sekalipun, cobaan yang saya terima tidak seberat mereka semua!!

Tuhan...berilah petunjuk dan jalan terbaik!!

Malang, 28 Desember 2015

Catatan ini sengaja saya tulis, karena teman, sahabat dan orang tua selalu mengucapkan kata sabar dan bersabar. Dan hanya dua kata ini yg menjadi pegangan selama diuji
Doa dan Lagu

Doa dan Lagu



Minggu, 27 Desember 2015

Suasana hati kembali gelisah. Sedangkan pikiran menjelajah hiruk pikuk kehidupan  sebelumnya yang pernah terjadi.

Hanya dengan doa hati dan pikiran menjadi tenang. Namun, tidak banyak yang menyadari keampuhan doa. Malah, disaat hati dan pikiran gelisah, lagu-lagu karya musisi lebih dipilih dan dianggap dapat menenangkan batin dan jiwa. Sebut saja lagu Iwan Fals, Armada, Slank, dan sebagainya.

Bagaimana tidak, doa yang dipanjatkan jelas ditujukan pada sang pencipta, maha pengasih, penyayang, pemurah dan pengampun. Tuhan tidak tidur, saya yang tidur. Istilah ini kerap kali disebutkan bahkan jadi guyonan semata dikalangan ciptaannya.

Kendati begitu, doa dan lagu sama-sama berkontribusi dalam diri ini. Berdoa dikala hati gelisah, mendengarkan lagu dikala kasmaran maupun patah hati?

Ujungnya tetap bermuara pada perasaan yang timbul menjadi cinta?

Lagi-lagi saya merasakan yang namanya patah hati untuk kesekian kalinya. Semula tak sanggup menghadapi semua. Namun, pelan tapi pasti, jiwa ini semakin yakin jika penyesalan yang dirasakan tiada artinya.

Bahkan, sahabat dekat yang juga seorang jurnalis menyarankan agar tidak kembali pada mantan. Cari perempuan lain, masih banyak perempuan di luar sana!!

Petuah salah satu ulama yang saya hormati di Madura juga demikian. Secara Sasaton (dicocokkan namanya) kurang pas, mungkin belum ada jodoh. Lebih baik cari lain, jika dipaksakan akan berbahaya pada kehidupan ke depannya!

Tetapi, sahabat lain menyarankan supaya apapun kembali pada saya. Sebab, saya yang akan menjalani hidup ini dan yang merasakannya juga adalah saya.

Entahlah, biarlah mengalir seperti air. Berhembus seperti angin.
Pasang surut bak air laut
Susah senang dalam menjalani hidup
Bangkit dan terjatug selama menitu karir
Hingga menangis dan bahagia

Tuhan,,,tuntunlah hamba!!!

Catatan ini saya buat dengan harapan saya mawas diri dan instropeksi diri!!!

hamba seonggok ciptaanmu yg penuh dosa, Tak pantas diampuni

hamba seonggok ciptaanmu yg penuh dosa, Tak pantas diampuni

Gusti...
Hamba ikuti petunjuk dari engkau
Yg terbaik U kehidupan hamba selanjutnya
Malam ini ada kesempatan U kembali merajut hubungan dan perjalanan yg sempat berhenti
Jika engkau menunjuk arah kanan, maka hamba ikut
Sebaliknya, jika menunjuk ke kiri, hamba juga akan ikut, jika itu yg terbaik

Gusti...
Hati hamba hampa dan resah
Hanya ada rasa penyesalan dalam diri hamba beberapa hari terakhir
Sosok wanita yg selalu menyemangati dan tak lelah bersabar, kini harus menjauh
Kini hamba baru sadar betapa kehilangannya hamba, sepeninggal wanita yg sholehah dan baik

Gusti...
Keluarga sudah tahu kondisi hamba saat ini
Tapi hamba tak bisa bangkit dan fokus
Padahal, kedua orang tua ingin melihat anaknya sukses
Seperti anak tetangga di rumah

Gusti...
Hamba semula putus asa
Namun, sahabat dan kolega mampu memberi semangat u bangkit

Gusti...
Jika memang tidak ada jalan, maka selesaikan juga cerita perjalanan hamba
Hamba teledor, jika ada yg lebih penting dari masalah cinta
Namun, hamba hanyalah manusia yh tak lupit dari salah dan khilaf

Gusti...
Berilah penerang jika hamba ada jodoh dengannya
Sebaliknya, segera hapus memori yg hampir 8 bulan tersimpan rapi, bila tak ada restu dari engkau

Gusti...
Setiap manusia pasti pernah berbuat salah, baik sepele hingga fatal
Tapi, apakah tak ada kesempatan kedua u merubah sifat lebih baik
Nabi Muhammad mengajarkan ke ummatnya agar membalas kejahatan dengan kebaikan

Gusti.....
hamba seonggok ciptaanmu yg penuh dosa
Tak pantas diampuni