Sabar dalam kamus besar bahasa Indonesia (KBBI) diartikan sebagai tahan menghadapi cobaan (tidak lekas marah, tidak lekas putus asa, tidak lekas patah hati).
Sedangkan bersabar ialah bersikap tenang (tentang pikiran dan perasaan): hendaknya kita menghadapi cobaan hidup.
Salah satu hadist yang kerap diucap dan disyiarkan, yakni sesungguhnya Allah bersama orang sabar.
Dua kata bahasa di atas merupakan kata-kata yang terus didengar dalam beberapa hari terakhir. Mulai kerabat, teman, saudara hingga orang tua.
Sabar berarti harus selalu tahan menghadapi cobaan yang saya rasakan saat ini. Tidak mudah putus asa dalam meyakinkannya, dan tidak mudah patah hati.
Mungkin si dia butuh waktu, sabar ya," ucap salah satu teman shohib saya.
Sementara, bersabar saya artikan agar lebih tenang dan tetap menjalin komunikasi baik dengan si Dia. Suasana hangat nan mesra, seperti sekadar menegur, memberi semangat, menawarkan makan, mengingatkan sholat, dan menjaga hati serta mengikuti semua hal-hal yang menjadi pantangan pun tak kerasa lagi.
Saat ini, si Dia sedang melihat seberapa sungguh perjuangan untuk kembali mendapat kepercayaan, dicintai kembali, dan mendapat perhatian kembali.
Entahlah, seberapa kuat saya bertahan untuk berjuang mendapat keyakinan kembali darinya. Andai saja ia tidak mau menerima kehadiran saya dalam hidupnya, setidaknya saya akan berusaha dan berusaha!!
Sekalipun sudah mendapat maaf dan tidak lagi marah, si Dia tetap menunjukkan jika sudah tak respek lagi dengan saya. Entahlah, apakah itu sekadar cobaan, apa brnar-benar suasananya tak indah seperti dulu.
Delapan bulan terasa sebentar, tapi banyak kenangan yang selama ini kita jalani. Susah, sedih dan senang kerap menjadi kerikil dalam perjalanan hubungan ini hingga kata "mengakhiri" terucap darinya, karena saya melakukan kesalahan fatal. Wajar...siapa perempuan yang tak sakit hati jika sang pacar melakukan kesalahan fatal.
Namun, kata maaf darinya sudah sedikit banyak melegakan dan mengurangi tingkat kegelisahan hati dan pikiran saya selama ini.
Sabar dan bersabar!
Sedikit melenceng, mantan Presiden RI, Habibie terlihat sabar saat ditinggal sang istrinya. Sama halnya, Nyai Sinta Nuriyah terlihat terpukul saat Alm Gus Dur wafat, tapi ibunda Yenny Wahid itu tetap sabar dan bersabar, dan Kyai Buchori Pancoran, Sumenep, terlihat sabar saat istri tercintanya meninggal dunia.
Pengalaman tersebut saya jadikan dasar agar tetap sabar dan bersabar dalam ujian di akhir tahun. Sekalipun, cobaan yang saya terima tidak seberat mereka semua!!
Tuhan...berilah petunjuk dan jalan terbaik!!
Malang, 28 Desember 2015
Catatan ini sengaja saya tulis, karena teman, sahabat dan orang tua selalu mengucapkan kata sabar dan bersabar. Dan hanya dua kata ini yg menjadi pegangan selama diuji

1 komentar:
komentarCerita yang menarik...
ReplyTetap semangat menulis yaa....